Kekuatan cinta dapat mengalahkan segalanya. Bahkan hati,
pikiran, serta logika. Bahkan cinta dapat menyatukan dua hal yang bertolak
belakang. Kaya-miskin, tinggi-pendek, besar-kecil, bahkan agama. Tapi kenapa
tidak dengan cintaku? Sebuah kenyataan yang sangat ironi ketika cinta di
sandingkan dengan agama dan orang tua. Ketika rasa sayang berubah semakin
besar, rasa itu dipatahkan kenyataan; disakiti. Hati berubah, setiap hari. Rasa
itu makin berkurang dan menghilang setiap harinya hingga suatu ketika rasa itu
muncul lagi semakin kuat dan semakin besar. Ketika semua rasa sakit serta amarah
berangsur-angsur pergi, giliran masalah serius yang datang; Orang tua.
Apa gunanya meneruskan keadaan apabila orang tuapun tak menginginkan untuk diteruskan? Apa gunanya melanjutkan jika tak ada kata "iya" yang keluar dari mulut mereka? Ketika semua perjuangan sudah dikerahkan, tapi kenapa tiba-tiba itu semua hancur begitu saja?
Kenapa tidak dari dulu kamu memperjuangkan ini, jika memang kamu menginginkan aku sebagai yang terakhir? Kenapa wanita-wanita itu harus hadir dalam hidup kita? Ketika kamu berjanji untuk setia dan serius padaku?
Cinta kita berbeda. Bukan hanya karna agama. Tetapi kamu. Ya kamu. Entah apakah bisa kuperjuangkan sekali lagi cinta kita..

0 komentar:
Posting Komentar