Minggu, 21 Juli 2013

Balada "Kita"

Diposting oleh Annisa di 15.25
Banyak waktu yang kita buang bersama. Kita banyak melewati waktu-waktu itu dengan canda, tawa, amarah, tangis. Seolah dunia memihak pada kita. Ketika hatiku dipermainkan, apakah itu masih termaafkan?

Ya, karna aku menyayangimu.

Banyak hal yang tak kutemukan ada pada dirimu. Semua kesamaan hampir seimbang, terkecuali agama. Yang tak dapat kita satukan. Kau datang disaat semua terasa hampa, kau datang seolah mengubah suasana hatiku. Yang kosong menjadi terisi, yang hitam menjadi berwarna.
Ketika ku ulang kembali kenangan kita yang masih tersimpan rapi dalam kotak masuk perpesananku, otakku tiba-tiba bergejolak. “Apakah disana kamu menghubungi yang lain?”
Aku tau pertanyaan itu sungguh tak pantas ku lontarkan mengingat kau sedang berada dimana. Tapi, boleh sesekali aku memikirkan itu, kan? Mengingat siapa dirimu sebelumnya?
Aku kembali ke kota ini berharap tak akan menumpahkan sedikitpun air mata untukmu. Tapi apa daya kekuatan hati tak lebih besar daripada pikiranku.
Ya, aku menangis. Menangisimu yang tiba-tiba hilang dari hidupku. Aku belum siap untuk ini semua. Aku belum mampu melepaskan.
Ketika aku keluar, teringat pandanganmu disetiap sudut kota. Banyak kenangan bersamamu yang tak akan pernah bisa dengan mudah kuhilangkan dari brankas otakku. Ingin rasanya aku pergi dari kota ini. Tapi kali ini, pikiranku dapat dikalahkan oleh hati.

Sayang,

Walaupun kita jauh, tapi kita masih bisa bercumbu lewat doa. Ya, doa dan pengharapan agar kamu bisa berubah dan agar kita bisa bersatu dengan adanya perbedaan besar yang menghadang didepan sana. Tanganku masih bisa merengkuh tanganmu lewat Tuhan. Aku masih bisa merangkulmu lewat segelimpangan bola mata diluar sana. Dan kita masih dapat bersatu lewat hembusan angin. Semoga, harapanku bukanlah angan-angan kosong semata...

0 komentar:

Posting Komentar

 

Annisa Okta's Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting