Sabtu, 11 Oktober 2014

Secret Admirer

Diposting oleh Annisa di 04.26
Meratapi kegundahan bulan purnama yang memancar tanpa ada bintang disampingnya, itulah yang saat ini menjadi kegiatan malamku sehari-hari ketika kita atau lebih tepatnya disebut kamu telah memutuskan untuk tak lagi berhubungan. Saat itu kamu memilih pergi dan menjauh dari “kita” yang telah terbentuk bersama setelah perkenalan yang kemudian berujung makan bersama itu. Aku mengagumimu dari awal kita berkenalan. Gaya leluconmu, caramu membawa seseorang sungguh membuatku tertarik. Tapi aku lebih tertarik pada gayamu membawaku pada kebaikan. Waktu itu, saat adzan dzuhur berkumandang, kamu dengan sigap menyuruhku untuk segera menunaikan ibadah sholat. Mulai dari situ aku kagum. Kagum akan sosokmu yang rajin ibadah. Mungkin aku menyukaimu..


Seiring berjalannya waktu, kita semakin dekat. Tak ada keraguan dariku untuk tetap memilih mempertahankanmu. Aku hanya bisa mengagumimu dari jauh. Mempertahankan gengsi untuk setidaknya bertahan beberapa waktu hingga kamu memulai percakapan duluan. Akhirnya dengan segenap kerinduan yang mendalam, kamu membuka percakapan duluan. Percakapan yang aneh tapi aku menghargainya. Tak pernah ada kata bosan untuk bercengkrama denganmu. Karna pasti alurnya jelas, selalu maju tak pernah tertata mundur. Ku nikmati malam itu dengan banyak senyuman dan tertawa meringis menahan geli. Membalas bbmmu dengan wajah penuh sumringah. Semalam itu; aku bahagia.

Saat suatu ketika, aku menyuruhmu untuk melakukan sesuatu dan kamu mau, aku berfikir. Apakah kamu merasakan hal yang sama denganku? Apakah kamu juga nyaman? Apakah kamu juga suka? Lantas mau melakukan hal yang menurutku laki-laki lain pun tak akan mau melakukannya. Semua teman-teman juga berfikir hal yang sama. Apakah benar? Semua saling mencari tahu jawabannya. Tapi kamu tak pernah mau berkata jujur. Aku menyukaimu dari awal. Aku selalu mencari tahu semua tentangmu, tapi kamu tak pernah tau kan? Kamu tak pernah mengetahui bahwa kamu sebenarnya punya secret admirer kan? Aku tak pernah memandangmu dari fisik. Aku hanya ingin seseorang yang bisa menuntunku menuju ke arah yang lebih baik lagi. Bukan malah menuntunku ke arah duniawi yang tidak pernah memberikan manfaat untuk akhirat nantinya. Entah gengsi, takut, atau memang kamu tak menyukaiku makanya kamu tak pernah berkata jujur.

Dear kamu,
Aku hanya pernah melakukan ini didalam hidupku selama beberapa kali. Entah mengapa aku mau melakukan ini lagi. Menjadi pengagum rahasia untuk orang yang bahkan tak pernah menyayangiku atau menyukaiku. Entah sampai kapan aku bisa bertahan menjadi secret admirermu...


Untuk seseorang yang kini sedang menempuh pendidikan sarjana hukum.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Annisa Okta's Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting