Langit malam tak berbintang kala itu menjadi saksi bisu bersatu padunya gaya obrolan kita. Kita, ya, kita yang telah lama terpisah lautan dan tak pernah bersua. Malam itu, entah apa yang membuatku menyentuh sebuah buku lama yang tak pernah lagi ku sentuh semenjak kelas dua SMA. Ku buka lembar demi lembar kenangan itu, dan kutemukan namamu dengan beberapa nomor dan huruf; pin bbm. Ku beranikan diri meng-invite mu dan berharap pin itu belum perpindah tangan pada orang lain. Apa yang ku bayangkan ternyata menjadi kenyataan. Ya, itu kamu. Kamu yang selama dua tahun ku rindukan, dan bayangmu yang selama dua tahun tak pernah tergantikan.
Malam itu, kita asik mendendangkan cerita satu sama lain. Hal yang sama sekali tak pernah ku duga terdengar dari balik cerita manismu. Ternyata, selama dua tahun, apa yang aku pendam pun kau pendam. Aku tak pernah terpikir bahwa hidup ternyata memiliki cerita lucu seperti itu. Ku pikir, rinduku hanya bertepuk sebelah tangan. Pahit, manisnya hidupku setelah denganmu malam itu ku dendangkan pula. Tapi, banyak yang tak kau tahu apa yang terjadi setelah dua tahun itu. Aku banyak menemui pria dengan tipe yang berbeda-beda, namun mereka nyaris serupa. Tapi, tetap tak ada yang sama sepertimu. Aku pernah mencobanya dengan pria yang seiman, tapi aku tak bisa menyayanginya sama seperti aku menyayangimu; Aku menyerah. Lalu, ada sosok yang kau kenal datang menghampiri hidupku. Aku bisa menyayanginya sama seperti aku menyayangimu tapi, ia memang tak pantas untuk mendapatkan itu semua. Dan sekali lagi, sebongkah kerinduan dan pengharapan selama dua tahun, terbayar sudah.
Bagaimana bisa, apa yang aku pikir tak pernah terjadi, lantas itu semua terjadi? Bagaimana mungkin, segala hal yang ku bayangkan, dan itu semua menjadi kenyataan?
Kadang Tuhan pun tertawa melihat tingkah pola kita yang saling merindu namun tak pernah ada yang tahu. Sepotong rindu akan tawamu, ku sisipkan malam itu.
Kini, kita telah saling bahagia dengan hidup kita masing-masing. Tak ada pengharapan yang pasti, namun satu keinginan; kelak kita bisa bertemu dan saling membisikkan doa terbaik bagi masing-masing. Dan semoga, apa yang kita pilih itulah yang menuntun kita pada suatu kebaikan dan kebahagiaan yang pasti..
♬ ”Tetes air mata, basahi pipiku disaat kita kan berpisah..
Terucapkan janji, padamu kasihku takkan ku lupakan dirimu
Begitu beratnya kau lepas diriku, sebut namaku jika kau rindukan aku
Aku akan datang...”
Aku mulai menyukai lagi lagu itu, setelah sekian lama aku membencinya :)

0 komentar:
Posting Komentar