Raja siang hari ini tak seberapa menampakkan kuasanya ketimbang hari
kemarin. Entah ada apa tapi rasanya cuaca ini mewakili perasaanku; hampa. Entah
apa yang menuntunku untuk melihat akun twittermu, bukan hanya sekedar rasa penasaran tapi juga rasa ingin
tahu yang mendalam. Satu persatu kubuka mentionmu dan ada satu username yang menarik
perhatianku. Ku perhatikan lebih detail pemilik akun itu rasanya percakapan
kalian berasal dari hati. Tapi aku tak menemukan itu padamu tapi padanya. Esoknya kubuka lagi akunnya yang sempat bersua denganmu, hatiku hancur
seketika ketika ku lihat kata-kata itu didepan kelopak mataku; sayang. Aku tak
menangis, aku tak membencimu, aku hanya marah. Marah ketika beberapa hari
sebelumnya kau menelponku untuk memastikan isi hatiku. Kejujuranku sia-sia,
pengharapanku musnah; aku menyerah. Ku relakan rasa maluku hilang didepanmu,
didepan kewibawaanmu, tapi satu yang kutemukan; kau hanya mempermainkanku.
Aku bertanya-tanya ada apa sebenarnya padamu, tapi yang kau ucap hanya
kata maaf yang masih belum bisa ku terima. Malam itu, kau bilang ingin bahagia
bersama dan ku jawab jika kau bahagia, akupun bahagia. Tapi, apakah kau tak
mengerti maksudku? Apa kamu hanya pura-pura mengerti lantas mengabaikan? Tuhan tau jawabnya. Kau menyalahkanku, seolah-olah aku telah menolakmu dan membuat hancur hidupmu.
Apakah pernah? Apakah aku pernah mengucapkan kata tidak padamu? Kamu dan Tuhan
yang tahu jawabnya, bang.
Aku paham dan fasih apa maunya orang berseragam macam dirimu. Aku tau
memang aku tak sepantasnya denganmu. Aku tak pernah melihatmu dari baju yang kau
kenakan. Rasanya pun malas jika harus berurusan dengan pejabat sepertimu tapi
yang aku fikirkan hanya masalah perasaanku.
Dear abang,
Hingga saat ini pun aku masih sering mencarimu, menanyakan tentang
dirimu walaupun kita sudah tidak bisa melihat satu sama lain. Aku mengerti, ini
semua pasti karmaku. Aku masih ingin dekat denganmu, tapi aku sadar beribu-ribu
sadar aku tak mungkin memilikimu. Hanya jika kau tau perasaanku masih ada
padamu, aku akan teramat sangat senang. Biarkanlah ku nikmati ini sendiri
hingga aku lelah dan lupa apa yang pernah terjadi diantara kita..
Untuk Abang Yang Jauh Disana
Untuk Abang Yang Jauh Disana

0 komentar:
Posting Komentar