Sepulang dari tempat les, aku langsung merebahkan tubuhku di kasur. Ku lempar jauh-jauh tas yang berisi buku mata pelajaran pokok yang tadi baru dibahas. Sejenak melayang fikiranku ke masa lalu. Masa dimana aku mendapatkan suatu hadiah teristimewa. Pada saat itu, aku masih kelas 3 smp dan sedang bingung mencari dimana tempat bimbel yang kualitasnya baik. Teman dan orang tuaku menyarankan aku untuk bimbel di salah satu tempat di sepinggan. Awalnya aku ragu, tapi aku meng-iyakan. Seminggu kemudian, aku mulai les. Aku berkenalan dengan teman-teman baru. Ada Shifa, Resta, banyak deh. Aku ingat pada saat itu kami masih malu-malu untuk berkenalan satu sama lain.
"Haii, kamu siapa namanya?" Tanyaku
"Oh aku Resta, kamu siapa?" Jawab Resta
"Aku Rachma, salam kenal yaa"
Hari-hari semakin berlalu. Aku mulai betah dan merasa nyaman dengan tempat lesku ini. Teman-teman yang baik, guru yang sabar, pokoknya enak banget dan ngerasa seperti keluarga sendiri. Sampai suatu saat ada satu genk yang berisi 3 orang. Mereka berasal dari
kelas sebelah yang dipindahkan ke kelasku. Awalnya aku risih dengan mereka, tapi lama-lama mereka mengasyikkan juga. Apalagi yang bernama Avi. Orang yang pendiam tapi asyik dibuat bahan olokan, haha sungguh bahagia saat itu.
kelas sebelah yang dipindahkan ke kelasku. Awalnya aku risih dengan mereka, tapi lama-lama mereka mengasyikkan juga. Apalagi yang bernama Avi. Orang yang pendiam tapi asyik dibuat bahan olokan, haha sungguh bahagia saat itu.
Aku mulai mengakrabkan diri dengan tiga sekawan itu. Dua orang yang lainnya bernama Ryan dan Dirga. Sejujurnya, mereka lebih mengasyikkan ketimbang Avi. Mereka mudah dekat dengan siapa saja.
Waktu terus berjalan maju, entah kenapa Avi selalu mengirimiku pesan singkat yang kurasa ada makna tersendiri. Ia selalu menanyai kabar ku hari ini, makanan kesukaanku, dan semua hal yang kusuka dan tidak kusuka. Aku mulai merasa ada yang aneh dengannya. Sampai tiba-tiba Ia mengirimiku pesan singkat dengan isi kurang lebih :
"Aku udah lama suka sama kamu, kamu mau nggak jadi pacarku?"
Aku kaget bukan kepalang! Avi yang pendiam, ternyata selama ini memendam rasa padaku?? Apa itu juga alasannya selama ini tak pernah menyebut namaku apabila kita sedang bercengkrama??
Bersambung

0 komentar:
Posting Komentar