Kamis, 24 Mei 2012

Tak Akan Lupa Dan Selalu Terkenang

Diposting oleh Annisa di 04.58
Jogja, satu kata penuh kenangan. Tempatnya pelajar dan gudeg di kota ini. Disinilah cintaku mulai bersemi kepadamu.
Dear Jogja,
Hati dan fikiranku tak pernah lepas dari bayang-bayang itu. Sosok lelaki yang berada tepat di seberang rumah mertua bulek Sari. Dia sepertinya jauh lebih muda setahun dibandingkan aku. Kalau ku tafsir, umurnya kurang lebih 15 sampai 16 tahun atau setara anak smp kelas 3. Lelaki itu hanya termangu melihat ku di teras yang sedang kebingungan mencari dimana adikku bermain. Pertama-tama dia memang tidak melihatku, tapi dengan "pancingan" ajaibku Ia menoleh juga ke arahku. Sejenak kami saling bertatapan datar. Mungkin Ia kaget, "Masa sih di rumah mbah itu ada anak gadis? Kok aku nggak pernah liat?" Begitulah kurang lebih yang Ia fikirkan. Aku kemudian masuk dan berpura-pura mencari barang didalam rumah tapi tak sampai beberapa detik aku keluar lagi. Aku ingin sekali melihat wajah laki-laki yang sudah mendebarkan jantungku. Tapi Ia tak lagi keluar rumah. Dengan penuh rasa kecewa dan kepedihan, aku pun masuk ke dalam rumah. Selang beberapa menit, bulek mengajakku pergi ke semarang saat itu juga. Anak laki-laki itu keluar rumah. Mungkin Ia kaget mendengar perkataan bulekku dan segera pergi berlari keluar rumah. Saat Ia berada di luar, aku sudah menaiki sepeda motor tua milik ayahnya om Pur. Aku hanya tersenyum manis ketika melihat laki-laki itu sudah berada diluar.
Jogja, tidak sampai disini saja cintaku bersemi. Tetapi, kepada saudaramu, Magelang cintaku juga bersemi. Tapi, aku bingung harus bilang apa ke Magelang? Seperti apa? Dan bagaimana? Karna cinta itu adalah saudaraku, teman sepermainan masa kanak-kanak. Aku takut itu akan menjadi perbincangan ketika aku pulang. Aku hanya bisa menyimpan kisah ini sendiri, dan hanya padamu aku berbagi.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Annisa Okta's Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting