Aku masih diam terpaku membisu membaca sms dari Avi. Orang yang selama ini ku anggap aneh ternyata menyukaiku? "Apa yang istimewa dariku? Pinter enggak, cantikpun kayaknya aku juga nggak lebih cantik dari teman-teman sekolahnya. Apa kelebihanku?" Pikirku.
Sejenak aku menarik nafas panjang. Aku pun lantas membalas sms darinya dengan berkata "Aku belum bisa menjawab itu sekarang. Tapi aku janji besok aku akan memberikan jawaban"
Malam ini menjadi malam yang mendebarkan bagiku. Bagaimana seorang Avi yang adalah "Anak Band" menyukaiku yang sebenarnya hanyalah cewek kampung. Kubiarkan pikiranku menari-nari dalam otak.
Keesokan harinya, tibalah hari yang menentukan. Tibalah aku menjawab ajakan Avi semalam. Aku lantas mengirimkan sms padanya tentang masa berlakunya tawaran jadian semalam. Dan DAMN!!
Ternyata Avi lupa apa yang diucapkan semalam! Aku malu, malu banget!! Rasanya muka ini mau ditaruh di bak sampah. Akhirnya ku jelaskan lagi ucapannya semalam. Dan aku mengiyakan ajakannya itu. Akhirnya pada tanggal 27 Februari 2010 kami resmi jadian. Malam harinya aku dikabari bahwa lusa Avi akan pulang ke jawa untuk mengurusi kepindahan sekolahnya disana. Tanpa terasa air mataku menetes deras. Entah perasaan itu seperti aku dan Avi sudah berpacaran selama satu tahun lebih padahal nyatanya kami baru berpacaran sekitar sepuluh jam. Hari-hari kami lewati dengan canda dan duka. Setiap hari ada saja masalah yang datang. Tapi nyatanya kami mampu melewati itu. Hingga bulan jadian kami yang menginjak bulan ke tiga. Kami sempat mengalami putus-sambung. Kami sempat menjalani HTS selama beberapa minggu. Hingga usia pacaran kami memasuki bulan ke enam dan disaat itulah kami sedang sibuk-sibuknya mengurusi sekolah lanjutan kami di SMA. Aku sadar, aku dan Avi sudah sangat jauh sekarang. Tapi aku berusaha untuk selalu berkirim pesan dengannya yang kini berada di Solo. Aku berusaha menjaga kepercayaanku untuknya karna ku tahu, menjaga kepercayaan disaat Long Distance itu sulit sekali. Hingga akhirnya di bulan keenam pula kami memutuskan untuk berpisah. Aku sejujurnya tidak menginginkan itu, tetapi mungkin Ia sudah punya "seseorang" disana. Aku berusaha merelakan itu walaupun sulit. Aku sebenarnya masih ingin berkomunikasi dengannya walau hanya sehari saja, tetapi Ia seperti sudah tak mengenal aku lagi. Aku yakin tuhan mempunyai rencana lain dibalik ini..
Ternyata Avi lupa apa yang diucapkan semalam! Aku malu, malu banget!! Rasanya muka ini mau ditaruh di bak sampah. Akhirnya ku jelaskan lagi ucapannya semalam. Dan aku mengiyakan ajakannya itu. Akhirnya pada tanggal 27 Februari 2010 kami resmi jadian. Malam harinya aku dikabari bahwa lusa Avi akan pulang ke jawa untuk mengurusi kepindahan sekolahnya disana. Tanpa terasa air mataku menetes deras. Entah perasaan itu seperti aku dan Avi sudah berpacaran selama satu tahun lebih padahal nyatanya kami baru berpacaran sekitar sepuluh jam. Hari-hari kami lewati dengan canda dan duka. Setiap hari ada saja masalah yang datang. Tapi nyatanya kami mampu melewati itu. Hingga bulan jadian kami yang menginjak bulan ke tiga. Kami sempat mengalami putus-sambung. Kami sempat menjalani HTS selama beberapa minggu. Hingga usia pacaran kami memasuki bulan ke enam dan disaat itulah kami sedang sibuk-sibuknya mengurusi sekolah lanjutan kami di SMA. Aku sadar, aku dan Avi sudah sangat jauh sekarang. Tapi aku berusaha untuk selalu berkirim pesan dengannya yang kini berada di Solo. Aku berusaha menjaga kepercayaanku untuknya karna ku tahu, menjaga kepercayaan disaat Long Distance itu sulit sekali. Hingga akhirnya di bulan keenam pula kami memutuskan untuk berpisah. Aku sejujurnya tidak menginginkan itu, tetapi mungkin Ia sudah punya "seseorang" disana. Aku berusaha merelakan itu walaupun sulit. Aku sebenarnya masih ingin berkomunikasi dengannya walau hanya sehari saja, tetapi Ia seperti sudah tak mengenal aku lagi. Aku yakin tuhan mempunyai rencana lain dibalik ini..
---

0 komentar:
Posting Komentar