Minggu, 26 Agustus 2012

When Nerd Falling In Love (end)

Diposting oleh Annisa di 00.55

Brittany anak pindahan dari Jerman itu memang terlihat aneh. Dia tidak pernah mau berbaur dengan teman-teman sekelasnya. Dia selalu terlihat menyendiri di pojokan sambil membaca buku. Entah itu buku pelajaran ataupun novel terjemahan. Baginya, kehidupan disekolah baru ini membuatnya tersiksa. Jauh dari orang tua, sahabatnya, bahkan Billy sang kakak yang setia menemaninya pun harus rela Ia tinggalkan.
Brittany tinggal bersama om dan tantenya. Ia semakin merasa terasing ketika semua teman menjauhinya. Tapi, ada seorang gadis yang kasihan padanya. Namanya Katie. Katie seorang gadis popular, baik hati, dan sama pintarnya dengan Brittany, Katie tidak pernah merasa malu berteman dengan siapa saja, sekalipun dengan Brittany. Ia mencoba mendekati Brittany, berharap Brittany mau berteman dengannya.
“Hai namaku Katie Pamela, kamu bisa memanggilku Katie” Sapa Katie lembut. Tetapi Brittany tidak menanggapinya, Ia sibuk dengan novel yang ada di genggaman tangannya.
“Tidak apa-apa jika kamu tidak mau berteman denganku. Mungkin lain kali kita bisa ngobrol ya” Katie mulai beranjak pergi meninggalkan Brittany. Entah ada angin apa, Brittany tiba-tiba berdiri dan menahan langkah kaki Katie.
“Tunggu. Mungkin kita bisa ngobrol sebentar”
Brittany mulai menceritakan semua pengalamannya di Jerman –sekolahnya dulu- mulai dari awal hingga akhirnya Ia pindah ke Austria. Katie mulai bisa menjadi bagian dalam diri Brittany. Kini Brittany mendapatkan sahabat baru, Ia merasa hidupnya kini lebih berwarna.
Hari-hari Brittany kini terasa lebih sempurna lagi ketika teman-teman sekelasnya satu persatu mulai mendekatinya. Terlebih lagi sosok Adalson, kakak kelas yang tampan, cerdas, dan juga atlet renang yang mulai membayangi kehidupannya.
“Hai Brittany, apa kamu ada acara nanti malam?” Pertanyaan Adelson membuat Brittany salah tingkah
“Hai, sepertinya tidak. Ada apa?”
“Aku ingin mengajakmu jalan-jalan, apakah kamu mau?”
Anggukan kepala Brittany memberikan isyarat bahwa Ia mengiyakan ajakan Adalson nanti malam.
---
“Kenapa kamu ingin pergi denganku? Tidakkah aku begitu buruk?” Tanya Brittany disela mereka sedang berjalan-jalan.
Adalson hanya tertawa kecil, lalu Ia berkata “Kamu itu manis Brittany. Tidak ada yang seperti kamu. Cerdas, baik hati, dan pintar di segala bidang”
Senyum simpul terlihat dari bibir merah Brittany. Baru kali ini ada seseorang yang memujinya. Adalson memang beda dari kebanyakan pria. Tak pernah terdengar ada gossip mengenai pacar Adalson, tetapi Brittany pernah mendengar kabar bahwa Adalson menyukai Katie, sahabatnya.
“Bukankah kamu menyukai Katie?” Pertanyaan Brittany menghentikan langkah kaki Adalson.
“Siapa yang bilang?”
“Semua murid-murid sudah mengetahuinya”
Adalson hanya tersenyum. Ia tak menjawab pernyataan Brittany, Ia terus melangkahkan kakinya hingga sampai di pelataran parkir. Sampai saat ini pertanyaan itupun masih terus dibungkam.
Sudah sebulan Adalson dan Brittany dekat. Tapi, sekali lagi Brittany takut. Takut jika memang benar Adalson menyukai Katie. Ia takut salah mengambil jalan. Ia tak mau melukai hati Katie yang selama ini telah menjadi sahabat terbaiknya.
“Aku ingin berbicara denganmu tentang sesuatu hal, bolehkah?” Tanya Adalson
“Apa itu?”
“Sudah sejak lama aku mengagumimu, apakah kamu…”
“Bukankah kamu menyukai Katie?”
Sambil tertawa Adalson menjawab “Aku dan Katie adalah sepupu. Mana mungkin kami saling menyukai satu sama lain”
Kelegaan hati Brittany terjawab sudah. Kini Ia hanya perlu melanjutkan hidupnya dengan Adalson.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Annisa Okta's Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting