“Mah gladys
berangkat jogging dulu ya” Teriakku ke dapur. Di minggu yang cerah ini, aku
diajak bagas, shery, dan erika untuk jogging bareng di sekitar monas.
Sebenernya sih sebel kalau hari minggu harus bangun pagi-pagi tapi kalau
alasannya untuk ngumpul bareng kawanan serigala bermulut lebar itu apapun pasti
kulakukan.
“Eh dys gimana
nih sama satrio baja hitam? Ciee kalo udah jadian traktir doong” Ledek bagas
“Iya nih apa
kabarnya doi dys? Asik makan-makan lagi deeeh haha” Lanjut erika
“Ah kamu er
makan mulu yang di pikirin. Nggak ada acara makan-makan ya!” Bentakku
“Elah segitu
amat dys. Woles ajaa haha” Kata erika
Handphoneku
tiba-tiba berbunyi. Kali ini ada sms masuk dari satrio. Kenapa tiba-tiba
jantungku berdetak keras? Jangan sampai aku suka sama seseorang yang bahkan
wajahnya pun belum ku lihat di alam nyata.
“Dys, kamu kpn libur sklh?”
“Mnggu dpn sat. Knp?”
“Kbtulan aku mau kermh saudra nih di jkt.
Bisa ga kt ktemuan?” Derr! Balasan dari satrio tiba-tiba membuat jantungku
yang tadinya berdegub kencang, rasanya malah mau copot sekarang. Apa yang harus
ku jawab? Ya? Nanti aku takut diculik. Tidak? Aku penasaran tapi...
“Hmm, boleh. Nti aku smsin ya tmptnya dmna”
Sepulang dari
jogging aku cepat-cepat mandi dan langsung merebahkan tubuhku di kasur idamanku
yang empuk nan wangi itu. Otakku langsung mengarah pada satu nama “satrio”
orang yang selama ini membuatku penasaran setengah mati. Semoga satrio bukanlah
orang jahat yang selama ini diceritakan bagas, erika, dan shery dan semoga dia
adalah orang baik-baik.
---
Ku awali hari
pertama liburan dengan begadang dan bangun kesiangan. Padahal dari semalem mamah udah ngasih tau
bahwa hari ini kita mau kerumah tante Adel untuk “temu-kangen” bareng keluarga
yang lain. Aku mengecek jam doraemon yang tepat berada di sebelah kanan ku dan
sudah menunjukkan pukul setengah sembilan, tapi tak ku perdulikan aku beranjak
tidur kembali.
“Gladyyyyyssss!!!
Bangun!!! Kita ke rumah tante Adel jam sembilan ayoo cepet banguun!” Teriak
mamah dari ruang makan
“Bentaar
maaah!!!!!!! Masih ngantuk!!!!” Balasku. Mamah kemudian menghampiri kamarku dan
membuka selimut yang dari tadi malam melekat bagaikan lem di tubuhku, sambil
terus mengoceh mamah berusaha membangunkanku.
“Gladyss!!
Kamu itu sudah besar! Harus selalu mamah yang urusin kamu?!! Ayo cepet mandi!
Mamah nggak mau terlambat sampai dirumah tante Adel!” Omel Mamah
“Tapi gladys
nggak mau ikut mah! Disana gladys nggak punya temeeen!!” Rengekku
“Ada sepupumu
yang baru datang dari bogor. Dia lagi liburan di Jakarta, jadi kamu ada teman.
Ayo cepet! Udah setengah sembilan nih!” Seru Mamah.
Aku lantas
mandi dan bersiap-siap untuk pergi. Hampir lupa! Apa kabar ya satrio? Apa dia
masih pengen ketemu aku? Tapi, kenapa dia nggak pernah sms? Kalau dia niat dan
serius mau ketemu aku pasti dari kemaren dia udah sms. Setelah selesai mandi,
aku lantas mengambil handphoneku yang tergeletak di meja rias. Kulihat di layar
handphone, ada satu pesan masuk dari satrio! Yap satrio!
“Hai dys, udh lama kt ga smsan. Btw, aku udh
di jkt nih, kpn bs ktemunya?”
“Hai jg sat. Hmm, hari ini bs ga?”
“Hari ini, aku sm keluarga mau kermh tante.
Gmn kalo bsk?”
“Ok”
Di dalam mobil,
aku berfikir kembali tentang satrio. Seperti apa rupanya, bagaimana sebenarnya
dia, dan astaga! Aku baru teringat sesuatu hal. Mamah pernah bilang, kalau aku
punya sepupu masih sekolah di bogor dan namanya satrio. Apakah satrio yang
mamah maksud adalah sama dengan satrio yang ku maksud? Tapi kan nama satrio
banyak di dunia ini. Mungkin aja sama. Sesampainya dirumah tante Adel, aku
disambut hangat oleh keluarga besar kami. Tiba-tiba tante Adel menghampiriku
sambil menggandeng lelaki yang kelihatannya seumuranku.
“Dys, masih
inget nggak ini siapa?” Tanya tante adel sambil senyum-senyum
“Nggak
tante..” Jawabku kebingungan
“Ini satrio
dys, yang dulu suka main bareng kamu dan yang sering ngompol bareng kamu” Balas
tante Adel sambil tertawa sesekali. “Yaudah, kalian ngobrol dulu siapa tahu
kalian inget satu sama lain” Lanjutnya.
Aku lantas meninggalkan satrio.
Dan apa yang kupikirkan tadi ternyata benar! Dia satrio yang mamah maksud yang
tinggalnya di bogor, Bandung. Lalu, dia adalah sepupuku dan tadi dia mengirimiku
pesan bahwa dia tidak bisa bertemu hari ini karna dia harus kerumah tantenya.
Bukti-bukti tadi sudah cukup memperkuat bahwa satrio yang ku kenal di twitter,
memang satrio sepupuku. Aku lantas terduduk lemas. Dan untungnya aku belum suka
sama satrio. Bagaimana kalau aku suka?
“Hai dys. Kamu
yang di twitter itu kan?” Tanya satrio seraya menghampiriku sambil memberiku
segelas teh hangat
“Makasih. Iya”
Jawabku singkat sambil tersenyum
“Aku nggak
nyangka kalau ternyata kita saudara. Jujur aku lupa sama kamu soalnya kamu kan
pindah pas umur lima tahun tuh dan kita udah nggak pernah ketemu lagi setelah
itu” Terang satrio
“Iya, aku juga
nggak nyangka kalau kita saudara. Kupikir awalnya, kamu bukan satrio sepupuku
eh tapi ternyata...” Balasku
Aku kemudian
bercengkrama dengan satrio. Dan akhirnya aku tahu kalau dia adalah saudaraku.
Jejaring sosial sepertinya tidak selamanya mengandung hal-hal negatif khususnya
twitter. Contohnya saja aku. Aku buktinya bisa kan menemukan sepupuku yang udah
lama nggak saling contact-an dan udah lama nggak ketemu.
---

0 komentar:
Posting Komentar