Lebaran tahun
ini rasanya bukan yang terkesan bagiku. Tak ada satupun warna yang dapat
melukiskan lebaran kali ini. Apa mungkin karna hidupku terlalu monoton dengan
warna abu-abu, hitam, dan putih? Atau karna tak pernah ada kata “santai”
didalam hidupku sehingga hari raya yang paling ditunggu-tunggu umat muslim ini
menjadi sangat membosankan tahun ini? Ku pandangi dari jendela anak-anak kecil
dengan senyum dan tertawaan khas mereka, berjalan-jalan mengunjungi satu rumah
ke rumah yang lain untuk mendapat THR yang banyak. Ketika sedang asik-asiknya
aku memperhatikan mereka, tiba-tiba ponsel ku berbunyi tanda sms masuk. Kulihat
nama di pesan itu tertulis “Alya”.
“Nanti malam jgn kemana-mana ya, aku mau
kerumah”
Begitulah kurang lebih isi pesan alya. Terpaksa rencana
pergi kerumah deni nanti malam aku batalkan demi temen SMP alias si alya. Ku bongkar
semua lemari baju dan mencari baju yang tepat untuk menyambut alya nanti malam.
Aku mencoba satu persatu dress yang pernah dibeliin mamah tapi nggak ada
satupun yang cocok. Akhirnya aku memutuskan untuk memakai T-shirt dan celana
jeans saja untuk nanti malam.
Kulit langit
yang memerah mulai berganti menjadi hitam pekat menandakan malam mulai datang. Matahari
pun kini berganti oleh bulan dan seluruh anggotanya, bintang. Kulihat jam tua
yang terpaku di dinding ruang tamu sudah menunjukkan pukul delapan tapi alya
tak kunjung datang. Aku lalu menelponnya, tapi tidak diangkat olehnya. Setelah hampir
dua jam ku tunggu, akhirnya Ia datang juga. Ia datang membawa rombongannya yang
terdiri dari orang-orang yang tak ku kenal walaupun kami satu sekolah ketika di
SMP. Yang ku kenal hanya alisa dan robert disitu.
“Kamu kemana
aja sih al? Aku tuh nungguin kamu dari dua jam yang lalu tau!!” Bentakku yang
tak kuasa menahan amarah ke alya
“Sorry deh
nis, ini aku telat soalnya motornya emen tadi mogok. Maaf ya” Tutur alya
sedikit lembut
“Ya ampun al,
ngapain kamu bawa mereka? Aku kan ga begitu kenal!” Bisikku ke alya
“Yah kenalan
dong makanya..” Balas alya santai
Rasanya mau marah sama alya karna
bawa temen-temennya yang nggak terlalu ku kenal itu tapi aku nggak bisa, mau
ngambek juga nggak bisa, akhirnya ku biarkan saja ini semua terjadi malam ini. “Ternyata mereka lucu juga” bisikku
dalam hati. Kubiarkan dinginnya malam membekukan cerita panjang kami malam ini,
sambil bercengkrama tentang masalalu yang tak akan terlupakan.
---
Ponsel ku
berdering keras ketika aku sedang asik menonton Vampire Suck -parodi twilight- aku tak terlalu mempedulikan dari
siapa dan apa isi sms itu. Setelah dua menit barulah ku buka sms itu, kulihat
nama di pesan itu tertulis nama “alisa” yap, kali ini pesan singkat itu datangnya
dari alisa.
Entah mungkin ada sesuatu barang yang tertinggal semalam.
“Nis, dapet salam dari Eki
Aku kaget
bukan kepalang. Kenapa bisa Eki, sosok yang cool, ganteng, wajahnya agak
kebule-bulean dan yang ku kenal dulu di SMP orang yang pandai, titip salam
untukku lewat alisa? Mungkin ini mimpi kali ya? Saking tak percayanya aku, aku
sampai mencubit pipi dan tanganku dan aww!
Ini ternyata bukan mimpi!
“Kok bisa? Ah boong kamu lis!” balasku
ke alisa, tak lama alisa pun membalas smsku “Seriusan
tadi robert bilang ke aku kalo si eki titip salam untuk kamu”
“Tapi kan robert bisa boong lis....”
Aku masih tak percaya akan hal itu. Aku mencoba
mencari facebook eki. Ku telusuri
satu persatu nama yang mungkin mirip dengan namanya, tapi tak kunjung
kutemukan. Akhirnya aku mencoba untuk membuka friend list-nya alisa. Dan! Untung kutemukan satu nama Eki disana,
tanpa pikir panjang aku pun menambahkannya menjadi temanku di facebook.
Malam ini,
bintang rasanya membentuk rasi hati. Entah aku sedang bermimpi atau memang
Tuhan sedang menunjukkan satu kuasanya, yang jelas sekumpulan bintang itu
memang sedang membentuk hati. Di kegelapan malam, aku berdoa kepada Tuhan agar
salam tempel yang dititipkan eki sejenak ke alisa kemarin adalah bukan
main-main yang artinya akan ada cerita baru setelah itu. Sambil memandangi
sekumpulan bintang itu, hatiku tergerak untuk membuka jejaring sosial favoriteku,
facebook. Entah ada angin apa ingin
sekali aku membukanya pada saat itu. Kulihat ada satu pesan masuk, dan jeng
jeng! Itu dari Eki!
“Hai annisa, aku eki. Makasih ya udah add
aku J” Tak perlu waktu lama aku pun membalasnya.
“Iya, hehe”
“Oya, aku boleh nggak minta nomer handphone
kamu?”
“Mmm, buat apa?”
“Eh nggak jadi deh annisa...”
Pesan terakhir dari eki membuat
hatiku hancur. Ku pikir tadinya aku akan membuat sebuah cerita baru dengannya. Andaikan
saja Ia membalas dengan sedikit gurauan mungkin aku akan memberikan nomorku
untuknya. Tapi sayangnya, mungkin Tuhan belum mengijinkan aku membuat sebuah
cerita baru dengan siapapun kali ini.
---

0 komentar:
Posting Komentar