Jumat, 24 Agustus 2012

Pertemuan Itu Terlalu Singkat

Diposting oleh Annisa di 00.32

Lebaran tahun ini rasanya bukan yang terkesan bagiku. Tak ada satupun warna yang dapat melukiskan lebaran kali ini. Apa mungkin karna hidupku terlalu monoton dengan warna abu-abu, hitam, dan putih? Atau karna tak pernah ada kata “santai” didalam hidupku sehingga hari raya yang paling ditunggu-tunggu umat muslim ini menjadi sangat membosankan tahun ini? Ku pandangi dari jendela anak-anak kecil dengan senyum dan tertawaan khas mereka, berjalan-jalan mengunjungi satu rumah ke rumah yang lain untuk mendapat THR yang banyak. Ketika sedang asik-asiknya aku memperhatikan mereka, tiba-tiba ponsel ku berbunyi tanda sms masuk. Kulihat nama di pesan itu tertulis “Alya”.
“Nanti malam jgn kemana-mana ya, aku mau kerumah”
Begitulah kurang lebih isi pesan alya. Terpaksa rencana pergi kerumah deni nanti malam aku batalkan demi temen SMP alias si alya. Ku bongkar semua lemari baju dan mencari baju yang tepat untuk menyambut alya nanti malam. Aku mencoba satu persatu dress yang pernah dibeliin mamah tapi nggak ada satupun yang cocok. Akhirnya aku memutuskan untuk memakai T-shirt dan celana jeans saja untuk nanti malam.
Kulit langit yang memerah mulai berganti menjadi hitam pekat menandakan malam mulai datang. Matahari pun kini berganti oleh bulan dan seluruh anggotanya, bintang. Kulihat jam tua yang terpaku di dinding ruang tamu sudah menunjukkan pukul delapan tapi alya tak kunjung datang. Aku lalu menelponnya, tapi tidak diangkat olehnya. Setelah hampir dua jam ku tunggu, akhirnya Ia datang juga. Ia datang membawa rombongannya yang terdiri dari orang-orang yang tak ku kenal walaupun kami satu sekolah ketika di SMP. Yang ku kenal hanya alisa dan robert disitu.
“Kamu kemana aja sih al? Aku tuh nungguin kamu dari dua jam yang lalu tau!!” Bentakku yang tak kuasa menahan amarah ke alya
“Sorry deh nis, ini aku telat soalnya motornya emen tadi mogok. Maaf ya” Tutur alya sedikit lembut
“Ya ampun al, ngapain kamu bawa mereka? Aku kan ga begitu kenal!” Bisikku ke alya
“Yah kenalan dong makanya..” Balas alya santai
Rasanya mau marah sama alya karna bawa temen-temennya yang nggak terlalu ku kenal itu tapi aku nggak bisa, mau ngambek juga nggak bisa, akhirnya ku biarkan saja ini semua terjadi malam ini. “Ternyata mereka lucu juga” bisikku dalam hati. Kubiarkan dinginnya malam membekukan cerita panjang kami malam ini, sambil bercengkrama tentang masalalu yang tak akan terlupakan.

---

Ponsel ku berdering keras ketika aku sedang asik menonton Vampire Suck -parodi twilight- aku tak terlalu mempedulikan dari siapa dan apa isi sms itu. Setelah dua menit barulah ku buka sms itu, kulihat nama di pesan itu tertulis nama “alisa” yap, kali ini pesan singkat itu datangnya dari alisa.
Entah mungkin ada sesuatu barang yang tertinggal semalam.
“Nis, dapet salam dari Eki
Aku kaget bukan kepalang. Kenapa bisa Eki, sosok yang cool, ganteng, wajahnya agak kebule-bulean dan yang ku kenal dulu di SMP orang yang pandai, titip salam untukku lewat alisa? Mungkin ini mimpi kali ya? Saking tak percayanya aku, aku sampai mencubit pipi dan tanganku dan aww! Ini ternyata bukan mimpi!
“Kok bisa? Ah boong kamu lis!” balasku ke alisa, tak lama alisa pun membalas smsku “Seriusan tadi robert bilang ke aku kalo si eki titip salam untuk kamu”
“Tapi kan robert bisa boong lis....”
Aku masih tak percaya akan hal itu. Aku mencoba mencari facebook eki. Ku telusuri satu persatu nama yang mungkin mirip dengan namanya, tapi tak kunjung kutemukan. Akhirnya aku mencoba untuk membuka friend list-nya alisa. Dan! Untung kutemukan satu nama Eki disana, tanpa pikir panjang aku pun menambahkannya menjadi temanku di facebook.
Malam ini, bintang rasanya membentuk rasi hati. Entah aku sedang bermimpi atau memang Tuhan sedang menunjukkan satu kuasanya, yang jelas sekumpulan bintang itu memang sedang membentuk hati. Di kegelapan malam, aku berdoa kepada Tuhan agar salam tempel yang dititipkan eki sejenak ke alisa kemarin adalah bukan main-main yang artinya akan ada cerita baru setelah itu. Sambil memandangi sekumpulan bintang itu, hatiku tergerak untuk membuka jejaring sosial favoriteku, facebook. Entah ada angin apa ingin sekali aku membukanya pada saat itu. Kulihat ada satu pesan masuk, dan jeng jeng! Itu dari Eki!
“Hai annisa, aku eki. Makasih ya udah add aku J  Tak perlu waktu lama aku pun membalasnya.
“Iya, hehe”
“Oya, aku boleh nggak minta nomer handphone kamu?”
“Mmm, buat apa?”
“Eh nggak jadi deh annisa...”
Pesan terakhir dari eki membuat hatiku hancur. Ku pikir tadinya aku akan membuat sebuah cerita baru dengannya. Andaikan saja Ia membalas dengan sedikit gurauan mungkin aku akan memberikan nomorku untuknya. Tapi sayangnya, mungkin Tuhan belum mengijinkan aku membuat sebuah cerita baru dengan siapapun kali ini.
---

0 komentar:

Posting Komentar

 

Annisa Okta's Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting