Apa pantas kau menangisi yang bahkan belum jadi milikmu secara sah? Apa pantas kamu menangisinya dibandingkan kamu menangisi kedua orang tuamu? Siapa dia? Hingga kau rela menangisinya. Tuhan? Kakak? Adik? Om? Paman? Dan bahkan ia menuntutmu dalam banyak hal!
Jika kamu pergi suatu saat nanti, belum tentu ia akan mengejarmu. Ia, pasti lebih memilih mengejar cita-citanya daripada mengejarmu. Kau menyayanginya, tapi apakah ia juga? Sama sepertimu? Ia berbeda dari kebanyakan lelaki yang pernah dekat denganmu bahkan pernah menjadi separuh bagian hidupmu. Ia begitu karna Ia sudah biasa dan sudah mengerti dalam hal berpacaran. Sedangkan kau? Tidak. Kau terlalu polos bagi orang sepertinya. Pacaranpun kau baru sekali? Itupun tak nyata. Tertawalah ia ketika membaca ini. Ia hanya tak sadar, orang yang "katanya" ia sayang, belum mengerti apa arti pacaran yang sesungguhnya tapi
sudah menuntut terlalu dalam. Sepertinya ia memperjuangkan orang yang salah bukan? Yang seharusnya dari awal tak ia perjuangkan. Harusnya kau bisa melepaskannya, tapi kenapa tidak? Apa karna sayang yang membelenggu itu? Suatu saat nanti kau pasti bisa melepas dan merelakannya. Mungkin seharusnya dari awal kau tak usah mendekatinya. Perebut? Pantas. Maka dari itu hingga kini kau tak bisa lepas dari bayang-bayang masalalunya bukan?
Kau sering membayangkan orang lain yang berada dalam posisimu, mereka bahagia dengan keadaan yang sama sepertimu, mereka cenderung tanpa ada air mata. Tapi kenapa tidak denganmu? Karna mereka mempunyai pasangan yang mengerti. Kau menginginkan itu? Pergi saja ke air terjun Niagara dan bermimpi sepuasnya disana! Ia terlalu dan sangat berbeda dari kebanyakan. Kau masih mempertahankannya? Kau sayang? Kau pun salah. Tak pernah belajar dan mengerti keinginannya. Kau terus berusaha, terus mencoba hingga usahamu gagal dan sia-sia bukan? Jika suatu saat nanti kau berubah jadi Agresif, ia pasti akan memintamu berubah jadi dirimu yang dulu. Serba salah? Memang! Karna hidupmu tak pernah benar. Beda dari kebanyakan mantannya.
Kalau sayang, harusnya mengerti.

0 komentar:
Posting Komentar