Aku menulis ini, bersama setumpuk berkas-berkas menggelikan didalam otakku. Ya! Apalagi kalau bukan masalalumu? Banyak hal yang tidak ku ketahui tentangmu. Banyak hal yang masih perlu ku pahami tentangmu. Aku mencoba untuk membuka pikiranku yang masih terbelenggu bayang-bayang itu.
Masihkah kau seperti yang dulu?
Tak pernah hilang dalam memori ingatanku. -bekas pacarmu- apa aku seharusnya tidak perduli dengan itu? Bagaimana bisa? Seperti apa caranya jika mereka masih terus mengintai hidupku? Dunia tak selebar yang ku kira. Dimana pun, dalam hal apapun, kapanpun, selalu kutemui bekas pacarmu. Jika kamu jadi aku, apa yang akan kamu lakukan, Mas..
Tanganku gemetar, ketika aku mulai merasakan amarah yang sangat dalam. Begitupun ketika sekelebat bayangan masalalumu tiba-tiba datang menghampiriku yang sedang kosong. Apa salahku? Kenapa mereka selalu berputar-putar dalam ingatanku? Aku ingin bahagia, tanpa melihat siapa kamu di masalalu, aku ingin bahagia tanpa ada bayangan mengerikan itu.
Aku tau, aku tak sepantasnya dekat apalagi berpacaran denganmu. Aku, dengan sedikit kelebihanku, berbeda dari mereka yang pernah 'ada' didalam hidupmu. Ya! Mereka yang
populer, bahkan mungkin pintar, dan lebih kaya ketimbang aku. Sedangkan aku? Siapa aku? Jauh berbeda dari mereka. Aku cuma keturunan orang Jawa yang masih mengikuti adat istiadatnya, kurang populer, dan tidak sekaya mereka. Yang kupunya hanya sayang tulus yang tak hanya sekedar ucapan. Tapi kenapa aku tak bisa merasakan ketulusan rasa sayang itu?
Mereka, masih mengintai didalam angan-anganku. Bayangan masalalumu. Entah apa yang membuat kamu berbeda dari pria kebanyakan. Setidaknya, kamu bisa sama dengan seorang atau dua orang tapi ternyata tidak. Apa aku harus mundur? Apa aku harus pergi agar aku bisa tenang dan tidak terbelenggu dengan bayang-bayang itu? Coba fikirkan apa yang harus kulakukan..

0 komentar:
Posting Komentar