Berbicara masalah hati, kita sama-sama saling mempunyai hati kan Mas? Tapi kenapa sepertinya hati kita tak bisa disatukan?
Egomu terlalu besar. Aku memang egois, tapi setidaknya aku masih mendengarkanmu berbicara. Apa kamu seperti itu?
Mas,
Setiap orang diajarkan untuk berperilaku sabar. Walaupun mungkin kamu tak sesabar orang Jawa, tapi aku akan tetap sayang. Aku buktinya bisa sabar. Menunggumu dari dulu. Apa pernah kamu merasakan menunggu seseorang yang kamu sayang putus dari pacarnya? :') Mengingat keadaan dulu, miris.
Mas,
Apa ini yang kamu namakan "sabar"? Jika kamu memang betul-betul sayang, kamu pasti bisa menerima apa adanya. Atau setidaknya kamu akan sabar menunggu perubahanku. Berubah itu membutuhkan waktu lama. Bantu Mas... Bukan hanya bisa mendesak terus dan terus:') mana bantuan itu? Apa ada?:')
Mas,
Jangan meninggalkanmu? Selama aku masih sayang, aku tak akan pernah meninggalkan orang yang ku sayang. Tapi apa aku mampu bertahan dalam keadaan seperti ini? Selalu saja bersitegang karna hal-hal yang tak ada di logika. Jika suatu saat nanti kita mampu hingga LDR, apa kamu masih menuntutku ini-itu?:')
Mas,
Aku tak butuh orang perfect. Yang aku butuh hanya seseorang yang mampu menerimaku apa adanya. Sikap, Sifat. Aku memang pemalu. Tolong terima itu. Bukannya orang sayang mampu menerima itu?:')
Mas,
Aku hanya ingin kamu jadi yang terakhir. Tapi jika semua seperti ini, apa masih mungkin mimpiku bisa berlanjut? Teoriku tentang 'Jodoh harus se-suku' sepertinya bakal nyata, Mas...
Really, I miss you..

0 komentar:
Posting Komentar