Langit merah, terpaksa menutup aktivitasku saat itu. Aku masuk kekamar kemudian mengambil handphone kesayanganku. Entah apa yang memulai hingga kita bertengkar hebat. Aku masih mengingatnya. Aku memutuskanmu dan merubah status menjadi available. Pada saat yang sama, kau pun merubah status itu menjadi busy. Entah aku bingung harus seperti apa perasaanku bimbang tak karuan pada saat itu; Galau. Ya, kurang lebih namanya Galau. Banyak yang kau tak tahu sayang. Aku menangisimu tiga hari hingga mataku sembab dan tak berani keluar kamar. Tapi, apa kamu pernah merasakan rasa sesak yang ku alami, Mas? Apa kamu pernah memikirkan apa yang kurasa? Saat itu aku down. Tak ada sesuatu hal yang menarik hatiku untuk kukerjakan, termasuk belajar. Aku selalu kepikiran tentang kamu; Bagaimana keadaanmu, apakah kamu sudah makan? Tapi aku merasa, aku bukan siapa-siapa, jadi untuk apa begitu? Bertanya "udah makan belum?" Karna itu bukan hakku.
Singkat cerita, kita ujian praktek berenang bersama. Salah seorang sahabatmu berkata
"ciee yang baru, smala smalaa ihiyyy PJ duluu yan" seketika itu juga, tubuhku hampir roboh. Seolah tengkorak pun sudah lepas dari otot dan daging. Harapanku memilikimu kembali, pupus. Ketika aku mendengar ucapan yang memekakan telingaku itu. Aku berlari masuk memasang tampang sedih agar sekenanya kau tahu apa yang kurasa. Tapi lagi-lagi kau tak peka. Tak mengerti maksud hatiku. Kemudian, seorang temanku menghampirimu dan berusaha menyatukan aku dan dirimu (lagi).
Malamnya, kau memintaku untuk balik padamu lagi. Perasaanku yang tadinya hancur seolah utuh lagi. Puing-puing masa depan yang sempat hancur, kembali ke pangkuan. Tapi satu sayang yang ku lihat. KAU BERUBAH. Bukan seperti dirimu yang kukenal dulu. Dulu, sebelum putus kau tak pernah se-nggak-peka ini. Kamu sangat memperhatikanku, peka. Tapi entah apa sepertinya ada yang beda. Dulu, kau menulis username twitterku di bio twittermu, kenapa tidak dengan sekarang? Apakah aku yang dulu berbeda dengan aku yang sekarang? Bukannya kamu yang memintaku untuk berubah, sayang? Dan dulu, kamu selalu memakai namaku, entah itu nama panjang atau nama pendek didalam status Blackberry Messenger mu, tapi kenapa tidak dengan sekarang? Lagi-lagi aku berubah? Bukankah kamu yang memintaku untuk berubah, berubah dan berubah sayang? Aku capek! Aku lelah! memberi kode-kode itu padamu. Tapi kau tak pernah mau mengerti! Apa karna dulu aku begitu sehingga kini engkau ingin membalas dendam, sayang? Kenapa kau tak pernah mengerti inginku? Jika begini terus, lama-lama aku pun bisa pergi. Tanpa ada rasa lagi.
Aku hanya ingin kau tau, semua wanita akan merasa spesial ketika namanya kau taruh dalam status Blackberry Messenger-mu mereka akan merasa kau sangat mencintai mereka, Mas. Dan satu lagi Mas, aku bukan tipe orang yang ingin menyampaikan secara langsung. Hanya lewat ini aku bisa memberi penjelasan padamu.
Apa kamu mempunyai yang lain sehingga kini, kau tak pernah memasang namaku lagi? Karna terlihat dari caramu waktu itu, Mas. Jika ada, jujur saja Mas. Aku akan memaafkanmu..

0 komentar:
Posting Komentar