Denting jam kian semilir nadanya. Matahari pun
cepat berganti bulan. Waktuku seperti tinggal hitungan mundur
Selamat Tinggal,
Semua kenangan akan pahit, manis, asamnya kehidupan
besarku disini. Kota yang dijuluki BERIMAN.
Sejuta memori akan
dirimu, dia, dan mereka akan selalu ku ingat. Pernah suatu ketika aku ingin
menghapusnya. Tapi aku tahu, aku tak akan mampu. Sekeras apapun aku berusaha
melupakan, bayang-bayang kalian akan tetap ada.
Kamu,
Terimakasih telah mengajarkanku banyak hal. Sebuah
pelajaran mahal yang tak akan pernah kudapati dari orang lain. Bahwa kesetiaan
itu tak mutlak milik semua orang. Bahwa tidak semua laki-laki menerima banyak
kekurangan wanita. Dan terimakasih atas semua kenangan baik dan banyak kenangan
buruk. Aku sangat menghargai semua pelajaran yang telah kau ajarkan padaku.
Dia,
Terimakasih pernah singgah dalam hidupku walau
sebentar. Layaknya figuran ditengah opera sabun, ia memainkan peran klasiknya
dengan sempurna. Yang awalnya berlaku seperti dewa, tapi lama-kelamaan terlihat
sifat aslinya. Tapi terimakasih sekali lagi, karna ia pernah mewarnai hidupku
dengan tinta merahnya. Dan juga memberi sedikit banyak pelajaran. Hidupku
mungkin tak akan pernah lengkap tanpa kehadirannya. Sosok yang aneh, awalnya
dewasa, katanya setia, ternyata.... ah! Yang penting ia pernah hadir sebagai
figuran yang ada didalam hidupku. Dan sebenarnya, aku ingin ia tak hanya
sekedar menjadi figuran, tapi juga pemeran utama walaupun mungkin tak akan menyelesaikan
akhir opera ini..
Mereka,
Terimakasih pada kalian, sahabat-sahabatku. SD,
SMP, SMA, tak akan pernah mungkin menjadi pelangi tanpa kalian. Kalian membuat
indah hari-hariku. Tak cukup satu terimakasih untuk kalian, mungkin sepuluh
ribu terimakasih barulah dirasa cukup untuk kalian yang pernah berusaha
mati-matian meluangkan waktu hanya untukku. Kalian selalu ada, kalian indah.
Kalian memberikanku banyak makna. Sakit hati, tangisan, canda, tawa, semua
pernah kita lalui. Hidupku tak akan sempurna jika tak bertemu kalian.
Goresan-goresan indah itu akan selalu terpatri didalam hatiku.
Selamat Datang,
Sebuah lembaran baru. Sebuah cerita yang akan
kutulis didalam buku baru ini. Kota yang dijuluki KOTA PELAJAR. Sebuah kehidupan baru yang insyaAllah akan ku
torehkan dikota ini. Walaupun hanya berbatas lautan, namun, jarak kedua kota
ini sangatlah jauh. Sejauh pemikiranku. Mungkin, akan lama aku tak kembali.
Namun bisa jadi, aku akan cepat kembali..
BIG THANKS TO:
Kamu, Dia, Dan seluruh sahabat-sahabatku di SDN 015, SMPN 8, Serta SMAN
4 BALIKPAPAN.

0 komentar:
Posting Komentar